Wednesday, October 6, 2010

Satu Malam di Tulamben

Tulamben begitu indah kala malam menjelang
Dendangan ombak yang segarkan jiwa
biaskan kerinduan pada suatu
dan membawa kelucuan akal
pertanda malam kan membuai
dalam senyum tawa yang nyata

Benarkah ini nyata?
Ombak putih menggulung halus
menghapus tapak demi tapak lalu
Di ujung memori tertinggal
menggantung imaji...
akan penggalan yang sudah usang


Neivy Vilany
04 September 2010

No comments: