Kala malam tiupkan keberadaannya
jiwa terbang dalam kelucuan tanpa akal
terseret dalam keindahan cinta membingkai
bedur ombak tiupkan panggilan kematian
menggulung tiap butiran pasir yang tak bersalah
Jiwa-jiwa keluh bergetar ketakutan
mohon welas asih dalam tatapan
hingga sayap kematian mengepak
membawa terbang ke peraduan
Dan disana, ku akan tetap menunggunya
Karna padanya ada derita dan cintaku.
Neivy Vilany
03 Oktober 2010
No comments:
Post a Comment