Dalam cinta ada kebencian dan derita yang berjalan bersama-sama... Dan kemudaanku hanyalah menginginkan kesenangan...
***
Dimanakah matamu yang tak mengenal siapa yang kau ajak bicara. Pandanglah yang kau bilang keindahan itu, maka kau akan tau segala rahasia tentangnya, masa lalunya dan juga bayangannya hingga mimpinya tentang esok...
***
Dimanakah matamu yang tak mengenal siapa yang kau ajak bicara. Pandanglah yang kau bilang keindahan itu, maka kau akan tau segala rahasia tentangnya, masa lalunya dan juga bayangannya hingga mimpinya tentang esok...
***
Mengapa tanyakan tentang masa lalu, bila hari ini kau lihat dia tersenyum bersamamu... Bukankah seharusnya kau genggam tangannya lalu melangkah menuju esok...
***
Apa yang bisa dipahami dari pemahaman yang kurang. Datang berujud keindahan dan mimpi.. Tapi mimpi tak selamanya indah dan keindahan hanya berbats mimpi.
***
Jika kau mengambil pena untuk menulis, maka jangan biarkan tanganmu yang menuliskannya. Biarkanlah hatimu yang menggerakkannya untuk tuliskan segala rasa dari yang kau lihat.
***
Sesuatu sedang berjalan tak semestinya. Menggantung di setiap sudut, membiaskan tanya ada apa... Namun aku tau kenapa, sebab dari resah yang kunjung hinggap.
***
Memanglah cinta itu indah, namun keindahannya tak lengkap bila derita dan tangis tak menyertainya. Dan begitulah dia menampakkan ujud aslinya...
***
Cinta tlah mengisi ruang-ruang kosong dalam kehampaan hidupku.
***
Mengapa baru bertemu, kemana dirimu sedari dulu? Jiwamu melihatku dari angkasa, menertawakan... karna tersadar telah mencintaimu.
***
Keberadaanku hanyalah untuk cinta dan kepergianku adalah untuk mencari cinta. Bila suatu nanti kutemukan, aku akan berdiam dalam rumah cinta. Tapi akankah cinta mau tinggal? Cinta adalah bebas...
***
Bila aku punya cinta, tidak banyak walau hanya satu. Akan kubagi untukmu agar kau rasa sakitnya, sebab aku murah hati.
***
Racun sedang merajai tubuhnya. Perlahan-lahan mulai lemahkan badannya. Namun dia tetap bertahan walau racun cinta terus mengambil jiwanya. Dan dia hanya menyerahkannya dengan pasrah.
***
Percayakah pada takdir yang mempertemukan juga yang memisahkan... Lantas mengapa hidup tawarkan pilihan yang harus diputuskan sendiri.
***
Kita bertemu didua alam berbeda.
Mencintai dalam ketiadaan bentuk.
Hanya bisa meresapimu lewat kata dan syair. Aku percaya jiwa kita telah satu...
***
Kuuji diri dengan sebuah kata tidak
Menantang sang waktu yang menggulir
Bilakah takdir memang bersyarat... Cinta hadir tak perlu dikejar.
***
Atas sebuah penolakkan seorang sahabat bertanya "apakah itu sebuah harga mati?". Sahabatku, apakah ada kisaran harga untuk cinta? Beritahukanlah kalau ada...
***
Keujung dunia pun cinta tak pernah berujung harganya apalagi mati.
***
Bila mendapatkan cinta dengan harga yang murah maka murah jugalah kualitasnya. Namun bila mendapatkan cinta dengan harga yang tinggi bukan berarti tinggi juga kualitasnya... Bisa jadi matrealisme sedang memakai topeng cinta.
***
Sekarang kutuliskan kata-kata atas rasa karna masih adalah tinta pada penaku. Dan mungkin besok tak ada waktu lagi, hingga aku hanya terbujur kaku dalam dingin.
***
Raga meribah lelah tak berdaya seakan tersedot
dalam pusaran kata yang sulit terpahami...
Biusnya terus menjalari tubuh,
mengaliri ruang-ruang hampa nadiku.
Aku inginkan sebuah tidur yang lelap
tanpa mimpi dan teka-teki malam
***
1 comment:
Temanku,
Ketika cinta datang dgn tiba2,semua terasa indah dan manis. Terkadang membuat kita jatuh di dlm ketidak berdayaan rasa. Semua itu sgt alami utk di rasa. Satu pesan ku : jaga cinta itu dgn hati yg kau miliki dan jgn kau lupa utk sll menyimpan rasa CINTA itu di hati suci yg tlah kau miliki. Krn CINTA sll ingin di perlakukan dgn tulus oleh jiwa dan raga.
Post a Comment