Di kemeriahan waktu ada jiwa merana
bak kilatan petir yang menyambar murkah
bertahun menanti, ingin kembali pulang
padanya, pada mereka..
pada surga yang tlah melemparku ke bumi
katakan padaku!
apakah setahun lagi itu sudah pasti
aku ingin menangis bersamamu
tertawa bersamamu juga mereka...
disini aku sendiri dalam hening
hanya bicara lewat mimpi
yang disampaikan burung malam
sudahkah yang dicari terpenuhi?
bagai kegilaan tanpa batas
angin malam pun tak mau lagi menemani
jalani takdir yang sengsara
dan mimpi hanya datang hantui
sbuah kesunyian sempurna
lalu pergi tanpa kata
memenuhi hidup yang kian bertanya
Neivy Vilany
15 Oktober 2010
No comments:
Post a Comment