Penyajian pemenuhan kehidupan tidaklah selalu seperti yang kita inginkan. Kadang manusia terlalu rakus dengan menginginkan sesuatu yang tidak dia butuhkan. Atau mungkin kita hanya tidak mengerti apa yang dimaksudkan untuk kita sehingga hanya berpikir menurut pemahaman dan pikiran kita sendiri saja. Keegoisan membuat kita terlalu ingin dipenuhi dan tidak mau menerima kenyataan bahwa itu bukanlah yang terbaik buat kita, bahwa sesuatu yang jauh lebih indah sedang dipersiapkan untuk kita. Kita terlena dengan kebiasaan hidup yang sudah membelenggu hidup kita. Kita tidak mau melihat ke sekeliling kita lagi. Kita menghabiskan waktu kita yang singkat di dunia dengan sia-sia. Tanpa hasil....
Kadang kita merasa terhilang arah tujuan, entah harus melakukan apa dan entah sampai kapan. Kita ingin bertindak dan bahkan berlari untuk keluar dari kehilangan arah itu, namun tindakkan terburu-buru bukanlah jalan dan solusi yang tepat. Ada baiknya kita berhenti sejenak, melihat apa yang ada dibalik kesemuan itu. Bersabar dan menikmati apa adanya yang terpapar di depan kita. Mungkin memang semesta ingin kita untuk berhenti sejenak karna telah dipersiapkan sesuatu yang indah setelah kesemuan itu. Kita hanya perlu bersabar sedikit saja.
SABAR adalah sebuah kata yang hanya mudah untuk diucapkan tapi sulit untuk diimplementasikan dalam hidup. Telah cukup banyak bukti orang-orang yang gagal dalam ujian kesabaran yang disajikan semesta. Ini artinya kesabaran itu memang tidak mudah. Entah harus berapa banyak waktu yang harus dihabiskan untuk menemukan titik terang pemahaman akan kesabaran. Ada yang yang hanya memerlukan sedikit waktu saja, namun ada yang mungkin akan menghabiskan seluruh hidupnya dan akhirnya menemukan atau tidak menemukan sama sekali sampai akhir hayatnya.
Mungkin kita harus belajar tentang MENERIMA dahulu baru perlahan-lahan akan mengerti apa itu kesabaran. Penerimaan dari setiap penyajian yang disajikan oleh semesta untuk dan dalam hidup kita. Menerima dengan rela apa yang ada saat ini dalam hidup kita, apa adanya tanpa ego.
Tapi bagaimana mungkin menghilangkan ego dalam diri?
Semuanya hal dalam semesta ini memang saling terkait dengan utuh, kita tidak akan pernah bisa menerima dengan rela apabila egoisme masih menguasai hati kita. Kita perlu berjuang keras untuk menekan segala bentuk egoisme dalam diri kita, baru akhirnya kita bisa mengalir dengan keadaan dan menerima segala tantangan yang akan disajikan semesta pada kita. Dan apabila pada akhirnya kita sanggup menerima semua itu dengan kepasrahan sepenuhnya pada sang Khalik berarti kita telah lulus ujian kesabaran tahap awal dan masih akan terus berlanjut dengan ujian-ujian yang lain yang akan jauh lebih berat karna kita telah lulus pada ujian tahap sebelumnya.
"Ingatlah bahwa setiap ujian yang akan kita lewati tidaklah akan melebihi kemampuan kita."
Bapa di sorga Khalik alam semesta Guru dari segala guru tau dengan pasti akan hal itu karna Dialah yang menetapkan.
NVT
No comments:
Post a Comment