Wednesday, April 28, 2010

Sebuah Harap

Kala hati tertancap panah sembilu
dia melintas lalu ku tertawa
saat jiwa keluhkan sesaknya rindu
dia hadir dalam angan sukma

mentari yang terik menyengat
tak mampu menahan tawa
busur yang terlepas tlah tercabut
dan sakitnya seakan tak pernah ada

daun-daun hanya menari, senyumkan
isyarat harap tak pernah sirna
kita hanya manusia biasa
tak kuasa atas takdir dan cinta

sementara samudra mengelora
membatas jarak dua hati
sukma melantun nyanyian harap
supaya waktu cepat lalu



Neivy Vilany
28 April 2010

No comments: