Kala hati tertancap panah sembilu
dia melintas lalu ku tertawa
saat jiwa keluhkan sesaknya rindu
dia hadir dalam angan sukma
mentari yang terik menyengat
tak mampu menahan tawa
busur yang terlepas tlah tercabut
dan sakitnya seakan tak pernah ada
daun-daun hanya menari, senyumkan
isyarat harap tak pernah sirna
kita hanya manusia biasa
tak kuasa atas takdir dan cinta
sementara samudra mengelora
membatas jarak dua hati
sukma melantun nyanyian harap
supaya waktu cepat lalu
Neivy Vilany
28 April 2010
No comments:
Post a Comment