Monday, March 22, 2010

Wanita Mulia

"Kesuksesan seorang wanita hanyalah sebuah kebanggan tapi kemulian seorang wanita adalah pada saat dia membaktikan hidupnya untuk melayani suami dan mengasuh anak-anaknya. Itulah sejatinya wanita."


Kalimat ini akan selalu mengingatkanku tentang siapa aku dan apa yang sebenarnya ku inginkan dalam hidupku. Sebagai manusia kita pasti berambisi menjadi sukses dengan semua pencapaian-pencapaian yang ingin kita raih, tapi sebagai seorang wanita aku ingin menjadi mulia. Sekarang mungkin kita sedang berjalan pada jalan pencapaian-pencapaian itu namun pada saatnya nanti kita pasti akan tiba pada tahapan kesejatian yang hakiki sedari berjuta-juta tahun yang lalu yaitu kodrat. Sebuah kesejatian dasar yang banyak di lupakan dan terlupakan karna pembaharuan zaman. Sebuah kesejatian yang punya kekuatan besar untuk menghancurkan dunia. Kesejatian itu pun yang akan merubah dunia.

Aku tidak menolak emansipasi karna aku pun menginginkan sebuah kesuksesan dasyat sebagai seorang manusia. Tapi kodrat itu tak bisa di tolak. Itu ada dalam sukmaku, mengalir deras dalam darahku, semakin hari semakin tak terhindarkan lagi, meminta pemenuhannya. Aku adalah seorang wanita. Seorang wanita yang ingin menjadi istri dan ibu, yang akan selalu ada berjalan berdampingan dengan suami yang adalah rajaku, melayaninya dan menjadi kekuatan baginya. Mengasuh anak-anakku yang adalah kecerian untuk hidupku. Karna dalam hidup merekalah aku ada. Dan pada tahapan inilah wanita akan meletawi proses hidup yang sangat tak terbayangkan untuk menuju kemuliaan. Kesetiaan, ketaatan, pemasrahan diri, pembunuhan ego, kebijaksaan, pengajaran, kerelaan dan ketulusan semuanya akan teruji dalam sebuah penyerahan hidup untuk cinta. Sebuah cinta yang sangat dasar yang sudah ada dan di ajarkan sejak bumi diciptakan.

Allah Bapa Yang Maha Besar telah menjadikan wanita itu sempurna untuk melahirkan anaknya, merawat dan membesarkan sang anak serta mengajarkan sang anak ajaran cinta kasih. Kasih seorang ibulah yang akan menjadikan seorang anak menjadi hebat. Zaman memang terlalu modern untuk suatu pemahaman tua dan usang namun pilihan ada pada diri kita masing-masing. Dan itulah jalan yang akan kupilih nantinya.

No comments: