kemarin embun berdansa
kita bicara tentang cinta
tuk diyakini hingga senja
bergandeng erat kita ceria
kala mentari terik di kepala
kita bertanya kemana kembara
Atau kita hanya diam
Dan berhenti di simpang ini?
derai tawa diam membisu
pikiran sulutkan angkara
kaburkan mahligai sukma
adakah kata di hati kita
tetap sama sperti kemarin?
hatiku tetap sama
slalu menanti esok
tuk bercerita kepada mereka
tentang kita dan cinta
dan bila malam datang
aku ingin terlelap
dalam pelukan jiwamu
Neivy Vilany
Agustus 2007
No comments:
Post a Comment