Disana ada hati yang senduh
Meringis, pilunya nasib
Jiwa yang kosong
Berteriak lirih hampa
Badan yang remuk
Berjalan gontai tanpa alas
Mengais suap demi suap
Dalam tangis tanpa air mata
Kami jadi alat zaman
Tuk pamor pamer pamrih
Salah siapa nestapa ini?
Badan kami sudah luluh lantak
Dalam hati kami
Tak henti kami teriak
Berilah kami sedikit saja, keadilan
Neivy Vilany
13 oktober 2007
No comments:
Post a Comment