"Elegi"
Di lembar kemarin tercatat jumpa kita
Tak pernah kuucap atas pintamu
Harapku tak senekad harapmu
Tetes air mata isyarat sedihku
Kalau bisa kuucap “jangan”
Tapi harapmu tak bisa jua ku janjikan
Maafkan… Maafkan aku...
Masih kudengar lirik lagumu
Kan kusimpan sperti pesanmu
Kalau benci bisa lupakan semua
Bencilah aku…
Asal kau bisa mulai esok
Dalam riak tawa kelegaan
Entah harus gembira atau sedih
Dari kedalaman sebuah kebisuan
Kusyafaatkan ketulusan untukmu
“Semoga bahagia”
Dan dunia sudah beritahu
Segala tentang kita
Neivy Vilany
12 juli 2005
No comments:
Post a Comment