Ketika hidup dari tahun ke tahun berubah menjadi semakin sulit. Satu babak baru lagi harus dijalani. Ada cerita apa di dalamnya? Yang pasti di tiap babak pada alur kehidupan akan ada tawa dan air mata, menyeringai riang namun senantiasa berderai lirih. Di antara kepingan hati yang pilu masih tersisa sebatang lilin kecil, menyala mengharap asa kan tersenyum. Tawa dan air mata itu bagaikan dua sisi mata uang dalam sebuah kepingan kehidupan. Orang bijak bilang mencintai adalah "memberi dan memberi". Cinta tersemai, bersemi di lahan hati yang tak sempurna. Dan cinta takkan pernah hilang walau gelora angkara sulutkan keangkuhan dan egoisme slalu mengintimidasi, cinta tetap kan ada tuk selamanya. Tanpa batas. Slalu mengasihi dengan rela sperti kasihNya.
Pabila cinta tersakiti terkhianati atau pun terhina, cinta tetap tak hilang namun hanya akan berganti orang kepada siapa cinta kan memberi lagi. Cinta tetap sama dalam kemurnian dan ketulusan yang membingkai. Cinta itu abadi untuk selamanya.
No comments:
Post a Comment